Breaking News
08:56
Advertisement

Dari Garuntungan, Suara Warga Gantarang-Kindang Mengetuk Pintu Kebijakan: Andi Usdar Menjemput Aspirasi untuk Pembangunan 2028

IMG 20261103 WA00592
Bagikan
Lihat Tersimpan

Inews today | BULUKUMBA – Pembangunan tidak selalu bermula dari ruang-ruang rapat yang megah, meja birokrasi, atau lembaran dokumen perencanaan.

Terkadang, ia justru berawal dari sebuah percakapan sederhana di tengah masyarakat, dari keluhan tentang jalan yang belum tersentuh perbaikan, harapan petani terhadap masa depan pertanian, hingga keinginan agar pendidikan dan pelayanan kesehatan semakin dekat dengan kebutuhan warga.

Dari Desa Garuntungan, Kecamatan Kindang, suara-suara itu kembali disuarakan.

Selasa, 3 November 2026, kediaman Anggota DPRD Kabupaten Bulukumba, Andi Usdar, SE, menjadi ruang perjumpaan antara wakil rakyat dan masyarakat.

Bukan sekadar pertemuan seremonial, kegiatan reses atau temu konstituen Tahun Sidang 2026/2027 tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan harapan, kegelisahan, sekaligus gambaran tentang pembangunan yang mereka butuhkan.

Reses yang dimulai pukul 11.00 WITA itu merupakan bagian dari agenda penjaringan aspirasi masyarakat untuk perencanaan Tahun Anggaran 2028. Andi Usdar sendiri merupakan anggota DPRD Bulukumba dari Daerah Pemilihan II yang meliputi Kecamatan Gantarang dan Kecamatan Kindang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kindang, Andi Maulana, S.Ap., Kepala BAPENDA Kabupaten Bulukumba, Andi Muh. Arfah, S.Ap., M.Ap., serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan warga Desa Garuntungan.

Di tempat itu, batas antara wakil rakyat dan masyarakat seolah mencair. Dialog berlangsung terbuka. Warga diberi kesempatan menyampaikan langsung berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian mereka.

Ada harapan tentang infrastruktur jalan desa yang lebih baik. Ada kebutuhan untuk memperkuat sektor pertanian sebagai penopang kehidupan masyarakat. Ada pula perhatian terhadap pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi yang diharapkan mampu membuka ruang kesejahteraan lebih luas.

Beragam aspirasi tersebut memperlihatkan satu hal: masyarakat tidak sekadar menginginkan pembangunan hadir sebagai angka dalam dokumen anggaran, tetapi benar-benar dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Membawa Suara Masyarakat ke Meja Perjuangan

Bagi Andi Usdar, reses bukan hanya agenda rutin yang harus dituntaskan dalam kalender kedewanan. Lebih dari itu, reses merupakan kesempatan untuk mendengar langsung denyut persoalan masyarakat sekaligus memahami apa yang sesungguhnya dibutuhkan oleh daerah pemilihannya.

Ia menyebut, Kecamatan Gantarang dan Kindang memiliki potensi besar yang perlu terus diperjuangkan melalui kebijakan dan program pembangunan yang tepat sasaran.

Aspirasi yang dihimpun dalam pertemuan tersebut, kata dia, akan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan perencanaan dan penganggaran Tahun 2028.

“Reses ini bukan hanya sekadar menyerap aspirasi, tapi juga menjadi wadah silaturahmi untuk menjaga persatuan dan kebersamaan antara wakil rakyat dan masyarakat. Kami ingin pembangunan di Gantarang dan Kindang merata dan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Andi Usdar.

Pernyataan itu menegaskan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan antara masyarakat dan lembaga perwakilan. Sebab, pembangunan yang baik semestinya tidak hanya dirancang dari atas, tetapi juga tumbuh dari kebutuhan yang disampaikan oleh mereka yang setiap hari merasakan langsung persoalan di lapangan.

Ketika Wakil Rakyat Pulang ke Kampung Halaman

Ada suasana tersendiri ketika sebuah kegiatan reses dilaksanakan di tanah tempat seorang wakil rakyat berasal.

Bagi warga Desa Garuntungan, kehadiran Andi Usdar di kediamannya sendiri bukan sekadar pertemuan dengan seorang anggota DPRD, melainkan juga perjumpaan dengan putra daerah yang mengenal lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat.

Tokoh masyarakat Desa Garuntungan, H. Nurdin, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan reses tersebut.

Baginya, kedekatan Andi Usdar dengan masyarakat menjadi salah satu hal penting karena persoalan yang disampaikan bukan sesuatu yang asing bagi mereka yang tumbuh dan hidup di lingkungan yang sama.

“Terima kasih kepada Bapak Andi Usdar, SE yang menggelar reses di kediamannya sendiri di Garuntungan. Beliau adalah warga kami, jadi beliau paham betul kebutuhan kami,” ungkap H. Nurdin.

Apresiasi tersebut menjadi gambaran tentang arti kedekatan dalam hubungan antara wakil rakyat dan konstituennya. Bahwa memahami masyarakat bukan hanya soal mendengar apa yang mereka katakan, tetapi juga mengenali realitas kehidupan yang melatarbelakangi setiap aspirasi.

Menanam Harapan untuk Pembangunan 2028

Sepanjang kegiatan berlangsung, warga tampak antusias menyampaikan berbagai usulan. Harapan mereka sederhana, tetapi memiliki arti besar: agar apa yang disuarakan tidak berhenti sebagai catatan pertemuan, melainkan dapat diperjuangkan dan ditindaklanjuti dalam program pembangunan daerah.

Bagi Desa Garuntungan dan masyarakat Kecamatan Kindang secara umum, pembangunan bukan semata tentang perubahan fisik. Ia juga menyangkut terbukanya kesempatan ekonomi, meningkatnya kualitas pelayanan publik, serta hadirnya kebijakan yang menjawab kebutuhan masyarakat hingga ke tingkat desa.

Reses itu pun berakhir dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Namun, dari pertemuan tersebut, tersisa pekerjaan yang lebih panjang: mengawal setiap aspirasi agar menemukan jalannya dalam proses perencanaan dan penganggaran daerah.

Dari Garuntungan, suara masyarakat telah disampaikan. Kini, harapan itu menunggu untuk diperjuangkan.

Sebab, pada akhirnya, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya seberapa banyak program direncanakan, melainkan seberapa jauh manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Dan bagi warga Gantarang-Kindang, setiap aspirasi yang diperjuangkan hari ini adalah bagian dari harapan tentang kehidupan yang lebih baik esok hari.

Share0Shares
Penulis

admin@inewstoday

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *